GERAK JIWA: Prawacana
GERAK JIWA: Prawacana
‘’ Setiap orang niscaya melakukan aktifitas gerak, namun aktifitas gerak yang dilakukan oleh tiap orang berbeda-beda. Ada yang bergerak sekedar untuk mengejar KUANTITAS & ada pula yang bergerak untuk mencapai KUALITAS ’’
Oleh : DINASTY
Alhamdulillah penulis ucapkan puji dan syukur kehadirat Allah swt atas berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita masih tetap dapat merasakan nikmat kehidupan, nikmat kesehatan dan nikmat Rejeki.
Shalawat dan salam kepada nabiullah Muhammad SAW, nabi yang telah membawa ajaran dan pelita (Islam) di tengah umat manusia yang kala itu sedang mengalami jahilia atau kegelapan yang meraja lela. Dan melalui perjuangan beliau lah, sehingga kita kini bisa mengenal dunia yang jauh lebih beradab melalui cahaya Islam.
Pada kesempatan kali ini izinkan penulis (Saya pribadi) untuk menguraikan secara ringkas mengenai suatu wacana atau diskursus yang bernama GERAK JIWA.
Sebagai suatu wacana, gerak jiwa merupakan konsep atau gambaran mengenai aktifitas gerak yang dilakukan oleh manusia dalam kehidupannya di muka bumi. Pemahaman atas konsep gerak jiwa dirasa sangat penting, terutama untuk membimbing perilaku kita agar sesuai dengan prinsip dan tujuan penciptaanya (Pri kehidupan).
Berkaca pada sejarah, ada begitu banyak aktifitas gerak yang dilakukan oleh manusia di muka bumi. Di dalam kesehariannya manusia senantiasa melakukan aktifitas gerak, sebab melalui gerak manusia dapat memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya. Namun sekiranya, apakah dengan berbagai aktifitas gerak yang dilakukan oleh manusia saat ini, telah sesuai dengan prinsip dan hakikat penciptaanya ? Tentu hal ini menjadi suatu pertanyaan besar, sebab apalah arti suatu peradaban jika hanya di isi oleh berbagai tindakan yang sia-sia oleh manusianya.
Maka dari itu penulis merasa sangat perlu untuk menguraikan konsep gerak jiwa, yang sekiranya dapat memberi pemahaman dasar pada kita semua mengenai hakikat penciptaan manusia dan bagaimana cara melakukan penyempurnaan hidup. Untuk itu penulis membagi tulisan ini kedalam tiga pokok pembahasan, dengan tujuan untuk mempermudah dalam menguraikan konsep gerak jiwa. Masing-masing pokok pembahasan itu sebagai berikut:
1. Potensi Kemanusiaan
2. Hakikat / Makna kata ‘’ INNALILLAHI WAINNA LILLAHI RAJIUN ’’
3. Proyeksi: Membangun Kerajaan Tuhan
Diharapkan melalui pembagian ini, akan lebih mudah bagi kita untuk menelaah aspek-aspek yang terdapat dalam konsep gerak jiwa.
Pembaca yang budiman sebelum kita memasuki pokok pembahasan pertama, perlu sekiranya terlebih dahulu memahami makna kata ‘’Gerak’’. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan gerak ? Dan apa pentingnya gerak bagi kehidupan manusia ?
Setiap mahluk (Entitas) yang ada di alam semesta ini pasti pernah mengalami gerak, namun terdapat perbedaan pada sifat gerak yang dilakukan oleh tiap mahluk. Ada beberapa mahluk yang geraknya memerlukan dorongan atau stimulus dari mahluk lain, hal ini bisa kita lihat pada benda-benda abiotik seperti batu, tanah dan lain sebagainya. Batu tidak bisa bergerak dengan sendirinya, melainkan harus ada penggerak dari luar dirinya yang memungkinkan batu tersebut dapat bergerak. Mahluk dengan ciri yang demikian disebut sebagai benda mati, sebab mereka tak memiliki daya gerak dalam diri mereka.
Selain itu ada pula mahluk yang dapat melakukan aktifitas gerak melalui dorongan dalam dirinya sendiri. Daya dorong yang ada di dalam dirinya tersebut, memungkinkan mereka untuk melakukan gerak secara mandiri. Mahluk ini disebut sebagai mahluk hidup (Biotik) yang terdiri atas tumbuhan, hewan dan manusia.
Baik gerak yang terjadi pada mahluk tak hidup (Abiotik) maupun gerak yang dilakukan oleh mahluk hidup (Biotik) sama-sama memiliki ciri atau kesamaan yang ditandai dengan adanya perubahan. Baik itu perubahan dari segi situasi, keadaan, ukuran dan lain sebagainya. Jadi dapat disimpulkan bahwa gerak merupakan suatu proses yang memungkinkan terjadinya perubahan pada sesuatu hal. Melalui gerak maka terjadi suatu perubahan, sebab gerak adalah perubahan itu sendiri. Dari sesuatu yang sebelumnya (A) kemudian menjadi tidak (A). Demikian kurang lebih rumusan atau makna dari kata gerak.
Kemudian setelah kita mengetahui defenisi dari kata gerak beserta pengelompokan tiap mahluk berdasarkan sifat geraknya, maka selanjutnya kita akan meninjau perbedaan antara tumbuhan, hewan dan manusia dalam melakukan suatu aktifitas gerak.
Tumbuhan dan hewan dalam melakukan aktifitas gerak lebih banyak didominasi oleh Insting / Naluri, hal ini yang kemudian menyebabkan baik itu tumbuhan dan hewan tidak mampu mengembangkan apa yang disebut sebagai kebudayaan. Sedangkan manusia selain juga dipengaruhi oleh Insting, manusia memiliki kecakapan atau kemampuan untuk mengolah potensi cipta, rasa dan karsanya sehingga mereka mampu untuk mengembangkan kebudayaan yang sifatnya sangat kompleks (Peradaban).
Kemampuan yang dimiliki oleh manusia untuk mengembangkan berbagai pengetahuan baik yang sifatnya fisik maupun metafisik, yang kemudian diwujudkan dalam bentuk tindakan (Kebudayaan), inilah yang nantinya disebut sebagai gerak jiwa. Jadi gerak jiwa merupakan rangkaian aktifitas gerak yang dilakukan oleh manusia dengan mendaya gunakan potensi-potensi yang terkandung didalam dirinya, untuk kemudian diwujudkan dikehidupan nyata, sehingga melahirkan peradaban yang manusiawi. Dalam membicarakan konsep gerak jiwa kita tidak akan luput dari pembahasan Potensi Kemanusiaan, sebab gerak jiwa akan sangat mengandalkan kemampuan manusia untuk mengolah fungsi Akal, Hati dan Raga yang dimilikinya. Kemudian juga akan dibahas terkait Hakikat ’’ Innalillahi Wainnalillahi Rajiun ’’ sebab konsep gerak jiwa juga berkaitan dengan tujuan akhir (Goal) yang hendak dicapai. Terakhir pembahasan mengenai konsep yang satu ini juga akan menyinggung sedikit tentang Kerajaan Tuhan, guna mengetahui keluaran (Output) apa saja yang dihasilkan ketika seseorang melakukan aktifitas yang bernama gerak jiwa. Apakah aktifitas tersebut dapat menghasilkan sesuatu hal yang berguna bagi kehidupan atau tidak.
Perlu untuk penulis tekankan di sini, bahwa gerak jiwa bukan merupakan aktifitas gerak yang murni bersifat Transenden. Sebab Subjek dari aktifitas gerak jiwa adalah manusia itu sendiri, yang sebagaimana kita ketahui bahwa manusia memiliki jasad / tubuh fisik. Maka ketika berbicara mengenai konsep gerak jiwa, tidak akan luput dengan pembahasan mengenai relasi antara seseorang dengan lingkungan dimana ia berada, serta berbagai tindakan yang ia lakukan dalam kesehariannya. Dengan kata lain gerak jiwa merupakan aktifitas gerak yang tidak terlepas dari lingkungan materil, namun gerak jiwa juga bukan asal bergerak begitu saja. Namun disertasi dengan kesadaran yang berasal dari pemahaman akan hakikat penciptaan (Semangat Transendensi).
Mungkin demikian gambaran awal mengenai gerak jiwa, kedepannya akan diuraikan lebih lanjut mengenai aspek-aspek yang terkait dengan gerak jiwa. Yang masing-masing aspek-aspek tersebut diulas dalam pokok-pokok pembahasan 1) Potensi Kemanusiaan 2) Hakikat / Makna kata ‘’ Innalillahi Wainnalillahi Rajiun ‘’ 3) Proyeksi: Membangun Kerajaan Tuhan.
BERLANJUT
Komentar
Posting Komentar