MARXISME VS WEBERIAN (1) : Mukaddimah & Pra Wacana


 oleh: Dinastysme

  Di dalam ranah Pemikiran Sosial, tentu kita semua sudah pasti mengenal beragam Varietas Teori Sosial, Ideologi & Isme-Isme. Mulai dari Gagasan Aufklarung di Eropa pada abad 17 M sampai Aliran Pemikiran Post-Modernisme yang marak menjelang awal abad ke 21.

     Beberapa Arus Pemikiran tersebut, terutama yang Marak dan Mainstream di anut oleh Gerakan Sosial Kiri yakni "Marxisme". Menyusul Kelompok Intelektual kanan dengan paham "Weberian".

     Pada umumnya mungkin sebagian besar dari kita Memahami Marxisme sebagai suatu Prodak Pemikiran dan Sekaligus Gerakan, yang menghendaki Revolusi ! Suatu cara pandang yang melihat dunia sebagai suatu Proses Kontradiksi Kelas, yakni antara Kelas Berjouis dengan Kelas Proletariat. Dan singkatnya Marxisme sebagai suatu Metodologi terangkum dalam Paradigma "Materialisme Dialektika Historis" atau di Singkat MDH.

     Sedang dilain Sisi Weberian merupakan cara pandan khas, yang melihat Masyarakat sebagai suatu Proses Perkembangan Rasionalitas. Oleh Weberian, Rasionalitas merupakan konsekuensi logis dari Perkembangan Masyarakat Moderen.

     Jadi dapat dipahami dari rangkaian asumsi-asumsi di dalam Marxisme seperti Mengenai Makna Kerja, Pertentangan Kelas, Teori Nilai Lebih, dari asumsi mengenai Over Produksi sampai Cita-cita lahirnya suatu Masyarakat Komunis Internasional, tak lain dan tak bukan merupakan upaya Kritik Marxisme atas "Kapitalisme". Oleh Marxisme Kapitalisme dianggap sebagai suatu penyakit yang menggerogoti Masyarakat Moderen. Modernitas setidaknya dapat tetap terus Hidup tanpa adanya Kapitalisme.

     Hal ini tentu berbeda dengan Weberian, dengan Tesis-Tesis dasarnya, seperti pada Tindakan Rasionalitas Instrumental dan Birokrasi termasuk Teknik Administrasi. Justru oleh kalangan Weberian, Rasionalitas dilihat sebagai suatu yang tak terelakan dalam Masyarakat Moderen. Atau secara singkatnya Rasionalitas adalah  Roh Bagi Modernitas.

     Perbedaan mendasar dalam melihat Pokok persoalan tersebut, menjadikan baik itu Marxisme maupun Weberian memiliki  Watak/Sikap Khas dalam menyikapi Realitas Sosial.

     Seorang Marxis kemungkinan besar akan menyikapi Realitas Sosial secara Opitimis. Hal ini didasarkan atas Pandangan Mereka atas Kapitalisme sebagai suatu gejala sosial yang bersifat Konstrukan. Oleh kalangan Marxis, Kapitalisme dianggap sebagai gejala yang sifatnya Non-Alami, yang telah melanggar Prinsip Harmonis (Sunnatullah) dari Alam Semesta.

     Karl Marx yang Pemikirannya menjadi titik tolak bagi Marxisme, meyakini bahwa di dalam sistem Kapitalisme terjadi Proses Alienasi. Alienasi berarti Keterasingan sedeorang dari Prodak yang telah di Produksinya. Di dalam mekanisme Kerja Kapitalisme suatu Produk tidak dapat langsung dinikmati nilai gunahnya oleh sang Produsen, namun harus melewati serangkaian Proses Transaksi atau jual beli di Pasar.

     Atas dasar itu pulalah yang menjadikan kalangan Marxis begitu Optimis menatap perubahan tatanan atau sistem Kapitalisme. Sebab mereka telah memahami bahwa Kapitalisme tidak terberikan, bukan sesuatu yang sifatnya alami atau ketetapan Ilahi. Yang sewaktu-waktu saja dapat di ubah melalui Revolusi !

     Tentu hal ini amat jauh berbeda dengan Kalangan Weberian, yang justru menaruh sikap Psimis atas Realitas Sosial. Hal yang mendasari sikap ini yaitu Pemahaman Mereka atas Rasionalitas sebagai suatu Keniscayaan. Rasionalitas Moderen dengan model utamanya berupa Birokrasi serta mekanisme Formal-Administratif menjadi ciri utama Masyarakat Moderen.

     Oleh mereka kalangan Weberian, Rasionalitas merupakan sesuatu yang tak terelakan ! Dan hal ini di Afirmasi sendiri oleh Max Weber dengan Istilah  "Sangkar Besi Rasionalitas".

(Berlanjut)

Komentar

  1. Apakah keyakinan marx tentang asal asul dan akhir kapitalisme itu tidak rasional? Dan apakah tindakan untuk melakukan perubahan oleh marx bukan tindakan rasional?

    Yang saya pahami, filsafat sejarah hegel menyatakan bahwa sejarah pertarungan menjadi rasional. Jika suatu tatanan masyarakat tidak lagi rasional maka akan digantikan oleh tatanan masyarakat baru yang lebih rasional.

    Apakah filsafat sejarah hegel Mempengaruhi marx? Apakah masyarakat komunis pasca kapaitalis itu rasional?

    BalasHapus
    Balasan

    1. Baik Sebelumnya saya banyak Apresiasi atas Pertanyaan Saudara Makmur, yang begitu amat menarik.

      Dari beberapa Pertanyaan yang saudara Makmur ajukan,  jika disederhanakan maka dapat di peroleh satu Pokok pertanyaan utama, yaitu
      "APAKAH MARXISME MEMILIKI DIMENSI RASIONAL ?".

      Maka dari itu Jawaban saya adalah Baik itu Karl Marx maupun Marxisme sebagai suatu Aliran Pemikiran, tentu memiliki Dimensi Rasional dalam bangunan Filsafatnya  !
      Dimensi Rasional dalam pemikiran Marxisme terletak pada Metode "Materialisme Dialektika Historis" (MDH). Yakni terutama dalam proses menjelaskan Perkembangan Sejarah dan Peristiwa-peristiwa yang menyertainya. Sumbangsi Pemikiran Dialektika Hegelian telah memberi suatu Kontribusi bagi Marxisme dalam melihat Realitas Sosial.

      Titik perbedaanya dengan Weberian,  walau sama sama memandang secara Rasional. Namun Marxisme lebih menekankan Penggunaan Cara Berpikir Rasional ala Materialisme Dialektis, sehingga kritik Marxisme lebih tertuju pada Kapitalisme sebagai Penyebab Eksploitasi pada Kaum Buruh. Dan Masyarakat Komunis menjadi cita cita dari Kalangan Marxisme guna mewujudkan tatanan dunia yang Rasional.
      Sedang Weberian melihat Rasional atau tidaknya sesuatu pada aspek "Tindakan". Hal inilah yang menjadi titik fokus kalangan weberian dalam melihat Masarakat. Oleh Weberian Masyarakat Moderen di pandang sebagai Kristalisasi Tindakan Rasional-Instrumental,  yang menjadi suatu keniscayaan yang tak terhindarkan. Oleh weberian tindakan untuk mengubah ke adaan demikian adalah Suatu ke sia-sian belaka, sebab baik itu Kapitalisme maupun Sosialisme sama sama akan terperangkap dalam Logika atau Kristalisasi Rasio-Instrumentalis.


      Jadi kurang lebih seperti itu, sekedar jawaban singkat dari saya. Selebihnya tulisan pertama saya yakni MARXISME VS WEBERIAN (1) : MUKADDIMAH & PRA WACANA masih sekedar menjadi Stimulus dan Pemantik Pendiskusian, sebab tulisan ini memang saya maksudkan untuk menimbulkan tanya pada khalayak pemaca. Insyaallah pada kesempatan kedepan tulisan pertama saya akan dilanjutkan dengan tulisan ke dua & Ke tiga,  yang masing-masing berjudul MARXISME VS WEBERIAN (2) : KONSEKUENSI METODOLOGIS, yang bermaksud menguraikan secara singkat peredaan metodologi diantara dua arus pemikiran tersebut dan MARXISME VS WEBERIAN (3) : KEMUNGKINAN SINTESIS, dengan maksud mencari titik temu antara Marxisme dan Weberian yang selama ini dianggap bersebrangan.

      Jadi itu saja dari saya,  tetap semangat,  salam sukses selalu.

      @DINASTYSME

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOOKLET "MARXISME VS WEBERIAN

George Simmel dan ciri khas teori sosiologinya oleh Dinasty

Sejarah Organisasi Mahasiswa dan Makna Dibalik Sumpah Mahasiswa