Kontruksi Sosial Terhadap Gender

         Muh. Bintang Dwi Putra

         200609501025

Bicara tentang konstruksi sosial, tidak lepas dari pemikiran Peter L. Berger. Untuk memahami kenyataan, ada upaya yang sudah dikordinasikan dan mengikuti proses pertukaran yang pemikiran yang menjadi  karakter manusia. Makna diproses dan dimaknai oleh pelaku sosial  dengan menjadikannya sebagai realitas, yang secara terus menerus dilakukan akan menjadi realitas sosial hasil dari kontruk makna yang dipahami oleh pelaku sosial. Konstruksi hadir melalui tindakan dan interaksi  individu,  secara  terus  menerus terhadap kenyataan yang  dimiliki  dan  dialami  bersama  dengan  individu  lain secara subjektif (Parera & Frans,  1990).Kenyataan  sosial  didekati  dengan  berbagai pengetahuan atau pendekatan, seperti mitologis yang tidak rasional, filosofis yang bercorak moralitas, pengetahuan praktis yang bersifat fungsional, dimana karena penanaman yang dilakukansecara terus menerus, pada akhirnya pengetahuan tersebut membangun struktur dunia akal sehat.

Menurut DeLamater dan juga  bahwa  konstruksi  sosial  menyatakan  tidak ada kenyataan  pokok yang benar,  realitas adalah kon-truksi  sosial oleh karena  itu   isu dan fenomena  seperti  ho-moseksual adalah kontruksi sosial, hasil bentukan dari suatu budaya, bahasanya, dan juga institusi-institusi. Juga konstruksi sosial lebih memfokuskan bukan pada pasangan seksualitas yang menarik tapi  pada variasi budaya dalam mempertimbangkan apakah yang menarik itu. Kontruksi sosial adalah sebuah pernyataan keyakinan yang dibentuk oleh masyarakat dan juga sebuah sudut pandang bahwa kandungan dari kesadaran.

   
    Konsep Gender bahwa perempuan sebagai manusia  biasa,  individual,  tidak  lebih baik dan tidak lebih buruk dibanding laki-laki, dan perempuan  mempunyai  hak-hak yang setara dengan laki-laki. Kesadaran gender yang dikumandangkan bukan dengan tujuan untuk menginjak laki-laki, tetapi lebih kepada equality (kesetaraan) bukan kesamaan (sameness). Dimana peran gender disosialisasikan dan dikendalikan dengan pengawasan sosial. Pemahaman gender sebagai ideologi dominan, lahir  karena  ketetapan sosial dalam pembentukan identitas feminin dan  maskulin.  Sedangkan ideologi gender sebagai pengklasifikasian  universal,  muncul  dalam  kategori  dikotomis, dualistis, yang dianggap saling berlawanan. 
 
    Pengelompokan perempuan ke dalam bidang privat atau domestik dapat menyebabkan proses identifikasi pekerjaan publik yang sesuai dengan perempuan, sehingga ketika perempuan masuk dalam ranah publik perempuan cenderung dipersepsikan berada dalam pekerjaan yang bersifat diperintah, seperti sekretaris, resepsionis. Dalam pendidikan tingkat dasar, misalnya terlihat ilustrasi ketimpangan gender  dalam  lingkup kegiatan perempuan dan laki-laki, seperti “Budi membantu ayah di sawah, Ani membantu ibu di dapur-dapur. Konstruksi yang menyiratkan perempuan bekerja dalam ranah domestik, bukan hanya didapatkan dalam ranah  pendidikan.Urusan domestik seperti mendidik dan merawat anak, membersihkan rumah, dikonstruksikan sebagai kodrat perempuan, sedangkan laki-laki di identikkan dengan tugas mencari nafkah . Padahal bukan hanya tugas perempuan mendidik  anak,  dan  juga bukan hanya tugas laki-laki bekerja.

    Sejarah gender yang melihat masa lalu dari perspektif gender. Dalam beberapa hal, pembelajaran mengenai ini merupakan hasil dari sejarah perempuan yang dapat di simpulkan. Disiplin penelitian ini di mana jadi bahan pertimbngan dengan cara apa peristiwa-peristiwa bersejarah dan periodisasi berdampak pada perempuan secara berbeda dari kaum laki. Sejarawan gender memfokusi mengenai hal tersebut dan tertarik pada bagaimana perbedaan gender dipersepsikan dan dipastikan pada waktu dan tempat yang berbeda, biasanya dengan asumsi bahwa perbedaan tersebut dikonstruksi secara sosial. Konstruksi sosial gender ini sepanjang waktu diprediksi sebagai perubahan dalam norma-norma ataupun perilaku yang diharapkan untuk mereka yang di cap atau ditegasi bahwa laki-laki atau kaum perempuan. Meski baru berumur pendek, sejarah gender telah memiliki efek yang agak signifikan pada kajian umum sejarah. Sejak tahun 1960-an, ketika masih muda dan kemudian diterima, bidang ini telah melalui sejumlah fase yang berbeda, yang masing-masing dengan tantangan dan hasilnya sendiri, tetapi selalu memberi dampak pada disiplin sejarah. Beberapa perubahan pada kajian sejarah sudah cukup jelas, seperti meningkatnya jumlah buku tentang perempuan terkemuka atau sekadar pengakuan jumlah perempuan yang lebih besar dalam profesi sejarah. Pengaruh lainnya lebih halus, meski mereka mungkin lebih mengarah ke terobosan politik. Pada 1970-an, sejarawan gender beralih ke penulisan mengenai ekspetasi, aspirasi, dan status perempuan. Pada 1980-an dengan meningkatnya gerakan feminis, fokusnya bergeser ke pengungkapan penindasan dan diskriminasi perempuan.

 

Upaya yang dilakukan kaum perempuan agar hak dan kewajibannya di realisasikan Feminisme adalah serangkaian gerakan sosial, gerakan politik, dan ideologi yang memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mendefinisikan, membangun, dan mencapai kesetaraan gender di lingkup politik, ekonomi, pribadi, dan sosial.Feminisme menggabungkan posisi bahwa masyarakat memprioritaskan sudut pandang laki-laki, dan bahwa perempuan diperlakukan secara tidak adil di dalam masyarakat tersebut. Gerakan feminis telah dan terus mengkampanyekan hak-hak perempuan, termasuk hak untuk memilih, memegang jabatan politik, bekerja, mendapatkan upah yang adil, upah yang setara dan menghilangkan kesenjangan upah gender, untuk memiliki properti, mendapatkan pendidikan, masuk kontrak, memiliki hak yang sama dalam pernikahan, dan untuk memiliki cuti kehamilan. Feminis juga berupaya untuk memastikan akses terhadap aborsi yang legal dan integrasi sosial, serta untuk melindungi perempuan dari pemerkosaan, pelecehan seksual, dan kekerasan dalam rumah tangga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOOKLET "MARXISME VS WEBERIAN

George Simmel dan ciri khas teori sosiologinya oleh Dinasty

Sejarah Organisasi Mahasiswa dan Makna Dibalik Sumpah Mahasiswa