Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2021

GERAK JIWA: (1) Potensi Kemanusiaan

Gambar
                   GERAK JIWA:  Potensi Kemanusiaan ‘’ Sesungguhnya kualitas seseorang dapat diukur dari sejauh mana ia mendaya gunakan fungsi Hati (Rasa), Akal (Rasio) & Tubuh (Raga) yang dimilikinya ‘’                                   Oleh : DINASTY        Pada bagian kali ini kita akan lebih fokus membahas aspek-aspek yang terkait dengan konsep gerak jiwa. Sebagaimana yang kita ketahui gerak jiwa sebagai suatu aktifitas gerak tentu memiliki aspek atau komponen pendukung. Tanpa aspek-aspek tersebut, maka sangat sulit sekiranya mencapai peningkatan pada level kualitas hidup.        Sebelum lebih jauh menguraikan aspek-aspek (Komponen) dari konsep gerak jiwa, penulis terlebih dahulu akan menyampaikan suatu ungkapan yang sangat masyhur di kalangan praktisi Tasawuf muslim (Sufi) yakni ُ Ù…َ...

GERAK JIWA: Prawacana

Gambar
                           GERAK JIWA: Prawacana ‘’ Setiap orang niscaya melakukan aktifitas gerak, namun aktifitas gerak yang dilakukan oleh tiap orang berbeda-beda. Ada yang bergerak sekedar untuk mengejar KUANTITAS & ada pula yang bergerak untuk mencapai KUALITAS ’’                                 Oleh : DINASTY        Alhamdulillah penulis ucapkan puji dan syukur kehadirat Allah swt atas berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita masih tetap dapat merasakan nikmat kehidupan, nikmat kesehatan dan nikmat Rejeki.         Shalawat dan salam kepada nabiullah Muhammad SAW, nabi yang telah membawa ajaran dan pelita (Islam) di tengah umat manusia yang kala itu sedang mengalami jahilia atau kegelapan yang meraja lela. Dan melalui perjuangan beliau lah, sehingga kita kini bisa mengenal ...

PURITANISME

Gambar
                                      PURITANISME          (Tinjauan Sosiologis atas gejala Puritanisasi)                                   Oleh : Dinasty         Tulisan kali ini akan mengulas secara singkat dan padat mengenai gejala Puritanisasi. Mengingat pada tulisan sebelumnya kita sudah menguraikan fenomena Puritanisme di era kontemporer, dengan melihat kecenderungan atau kemungkinan-kemungkinan yang dapat dihasilkan oleh gejala Puritanisasi.      Namun menurut penulis tulisan tersebut masih kurang dalam menjelaskan lebih dalam mengenai gejala Puritanisasi ditinjau dalam kerangka pemikiran Sosiologis. Pada tulisan tersebut, penulis lebih fokus untuk menguraikan fenomena Puritanisasi yang digalangkan oleh berbagai golongan / kelo...

FENOMENA PURITANISME KONTEMPORER

Gambar
             FENOMENA PURITANISME KONTEMPORER                      "Fenomena Puritanisme selain dapat mendorong lahirnya gagasan Modernis-Progresif, disisi lain juga dapat mendorong lahirnya gagasan Revivalis-Fundamentalis’’                                     Oleh : Dinasty         Di dalam perkembangan Sosial-Keberagamaan akhir-akhir ini, terdapat suatu kecenderungan dikalangan umat beragama termasuk pada kalangan umat Islam, untuk kembali pada ajaran agama secara murni. Secara sosiologis gejala ini disebut sebagai Fenomena ”Puritanisasi.” Puritanisasi atau pemurnian suatu ajaran agama sejatinya merupakan hal yang bersifat manusiawi, sebab sebagai mahluk Homo Religius, manusia cenderung akan mempertahankan hal-hal yang mereka anggap sakral, ...

LEGITIMASI FPI BERUJUNG KONFLIK

Gambar
                  LEGITIMASI FPI BERUJUNG KONFLIK                              Oleh : Siti Nurhasmiah Agama tidak cukup dipahami sebagai metode hubungan penyembuhan manusia kepada Tuhan serta seperangkat tata aturan kemanusiaan atas dasar tuntunan kitab suci. Akan tetapi, dibalik kesamaan keyakinan dan atribut-atribut keagamaan justru berdampak pada segmentasi kelompok-kelompok sosial yang berdiri sendiri. Acap kali agama selain dapat dijadikan sebagai alat perekat solidaritas umat, tetapi juga bisa menjadi pemicu disintegrasi. Walaupun satu keyakinan terhadap tuhan yang sama, masih ada saja di antara sektarian yang menilai – yang men-judge bahwa golongan lain adalah aliran yang sesat yang pada akhirnya memicu terjadinya perpecahan –atau lebih tepatnya konflik antar umat. Di dalam satu agama itu sendiri terdapat segmentasi sektarian yang memiliki perbedaa...

Episode 1, KITA MENYATU DALAM CERITA

Gambar
                      KITA MENYATU DALAM CERITA    ( Ilustrasi dari : https://pupr.soppengkab.go.id/2018/12/18/bronjong-dari-penahan-longsor-hingga-bagian-arsitektur-rumah/                                Oleh : Arisnawawi “Tepat tanggal 11 April 2018, aku pulang ke kampung halaman-Nya. Sebagian besar yang menyaksikan kepulanganku, menangis tersedu. Sejumlah laki-laki yang pernah mempersaksikan keperkasaan, kesombongan dan kebiadaban terhadapku, tergeletak bersama air matanya. Aku pulang di pangkuan-Nya” .... Dulu, Ajun mahasiswa dari salah satu universitas terkemuka di Sulawesi Selatan. Lahir dari keluarga sederhana namun memperihatinkan secara ekonomi, memaksanya bertekad merubah nasib di tanah rantau. Sebagai seorang petani dan selaku tulang punggung keluarga, penghasilan Ayahnya sebenarnya cukup untuk sekedar benyambung napas. M...

PEMBUBARAN FPI; DARI KACAMATA SOSIOLOGIS DEMOKRATIS

Gambar
                              FPI dan HTI Dibubarkan? (Analisis Kasus Pembubaran FPI dan HTI dalam sudut pandang Sosiologi dan Demokrasi) Oleh: Rini Ajeng Dyah Pertiwi             Pada hakikatnya kita sebagai manusia merupakan makhluk sosial, dengan seperti itu sangatlah mustahil apabila kita tidak dapat melangsungkan hidup tanpa bantuan dan berinteraksi dengan orang lain. Dan pastinya sebagai makhluk sosial, manusia akan mempunyai dorongan untuk selalu memiliki ikatan dalam suatu organisasi yang lebih dikenal dengan organisasi kemasyarakatan atau biasa disebut dengan ORMAS (Organisasi Masyarakat) baik yang dibentuk secara teratur maupun yang bersifat terbuka dan longgar. Melalui ikatan tersebut, maka setiap individu akan dapat mengekspresikan dirinya sebagai upaya untuk  melakukan berbagai kegiatan dalam mencapai tujuan dari ORMAS ...