Revolisi 4.0
(suasana kajian Bidang I dengan tema Revolusi 4.0 yang dibawakan oleh kak Aksan Ahmadi pada Jum'at, 30 November 2018 kemarin)
Jenjang
perubahan akhir-akhir ini sangat terasa getarannya. Pada tahun 2011 tepatnya
kita memasuki babak revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 ini identik
dengan penggunaan koneksi jaringan (internet) sebagai substansi dalam
modernisasi. Salah satu bentuk kemajuan ini terlihat dari adu penciptaan
robotik antara negara-negara belahan dunia
Kelak ciptaan
robotik akan menyerupai persis bentuk rupa manusia dan akan menciptakan sendiri
identitas eksistensinya. Pembuatan robotik tahun lalu memggegerkan manusia pada
umumnya. Telah diciptakan robot yang diberi nama Sophia pada19 april 2015.
Diciptakan dan diproduksi di Hongkong. Pada tahun 2017 telah diberikan
kewarganegaraan Arab Saudi. Sophia dilengkapi dengan sistem yang sangat
canggih, dapat berdialog dengan manusia berbagai macam bahasa, memberikan
respon dengan mimik rupa yang beragam layaknya seperti manusia.
Penulis
membayangkan nantinya ada suatu masa dimana manusia akan saling mencurigai
dengan robot ketika berdampingan. "Kau robot atau manusia? Kau manusia
atau robot?"
Penggunaan robot
bisa dibilang sangat membantu dalam proses aktivitas kehidupan manusia. Dengan
tenaga dan kecepatan yang melebihi manusia (efesiensi kerja), robot menjadi
alat baru dalam pemodelan industri kapitalisme.
Dengan perubahan
penggunaan tenaga kerja manusia ke robotik akan menciptakan pengangguran yang
membludak. Yakin atau tidak dan percaya atau tidak, memungkinkan manusia akan
dimusnahkan secara massal oleh ciptaannya (robotik) sendiri.
Logikanya,
"ketika barang-barang tidak berguna, bertumpuk di rumah mau dikemanakan,
Dibuang atau disimpan? Dibuang membuat rumah menjadi bersih, rapi, longgar dan
nyaman, sedang ketika di simpan, akan menumpuk tidak berguna, menggangu
aktivitas dalam rumah dan membuat rumah kelihatan berantakan. Barang
dianalogikan penulis sebagai manusia tidak produktif dan rumah dianalogikan
dengan bumi.
...silahkan
berkomentar di bawah...
Tentu sebagai
manusia yang berkecimpung dalam kajian ranah sosial sangat diresahkan oleh
prediksi-prediksi tersebut. Eksistensi manusia akan terlampaui oleh eksistensi
ciptaannya sendiri.
Dari analisis
Anthony Giddens mengenai konsekuensi modernisasi. Giddens menganalogikan
modernisasi dengan sebuah lokomotif-mesin yang bergerak sangat cepat. Manusia
dapat menungganginya, dengan kecepatan mesin dapat membawa manusia pada
hamparan ruang yang sangat luas namun dapat pula membawa manusia ke ruang
jurang. Siapapapun yang menghalaunya akan di gilas. Adakalanya ia berada pada
jalur yang tepat dan mantap, dan adakalanya dia jauh keluar jalur.
Dalam babak revolusi 4.0 cukup dipahami dapat membawa kemudahan bagi manusia dan disisi lain menjadi momok menakutkan yang mengancam. Dibutuhkan ruang-ruang diskusi untuk menyambut perubahan ke depan sebelum ruang-ruang diskusi itu dikuasai oleh eksistensi yang lain.
Dalam babak revolusi 4.0 cukup dipahami dapat membawa kemudahan bagi manusia dan disisi lain menjadi momok menakutkan yang mengancam. Dibutuhkan ruang-ruang diskusi untuk menyambut perubahan ke depan sebelum ruang-ruang diskusi itu dikuasai oleh eksistensi yang lain.
Bidang I
(HIMA SOSIOLOGI
FIS UNM)
---------------------------+ Dokumentasi saat pemberian penghargaan pada kawan-kawan Proletar yang telah berpartisispasi pada Evaluasi Kajian beberapa minggu yang lalu.








Komentar
Posting Komentar