(Review Buku) Perempuan di Titik Nol - Nawal El-Saadawi



Review oleh : Bidang 5 Keperempuanan

Firdaus lahir dari keluarga menengah ke bawah. Firdaus sering melihat ibunya dipukuli oleh ayahnya tetapi, ibunya selalu patuh dan taat kepada ayahnya, mencuci kaki ayahnya dan menghangatkan badannya. Ketika musim hujan, ayahnya akan sangat marah jika anak laki-lakinya terserang penyakit, dan jika sampai meninggal dunia, ia akan melihat bagaimana ayahnya  memarahi ibunya dan memukul ibunya. Tetapi, hal ini tidak berlaku jika anak perempuannya yang meninggal, ayahnya tidak akan memukul ibunya dan tetap memakan makanan yang disajikan di meja makan, seolah-olah ia tidak kehilangan seorang anak. Setelah Firdaus dewasa, semua pekerjaan ibunya digantikan olehnya.

Bagaimana seorang Firdaus seorang wanita yang berputus asa dengan kehidupan yang begitu kelam, yang selalu berhubungan dengan laki-laki. Bagaimana dia akhirnya dihukum mati setelah membunuh seorang lelaki. Pembunuh atau bukan dia adalah seseorang yang tidak bersalah tetapi harus dihukum mati.

Seorang pelacur yang sukses tidak mengenal semua lelaki, akan tetapi semua lelaki mengenalnya. Sayangnya, Firdaus dikenal di kalangan lelaki hanya karena satu hasrat saja. Namun, karena dia seorang perempuan dan pelacur dia hanya menyembunyikan rasa takutnya.

Bagaimana akhirnya Firdaus menjadi seorang pelacur namun tak pernah mendapatkan upah hingga dia tahu bagaimana selembar uang kertas bisa mengubah semual hal, menjadi pelacur yang begitu terkenal hingga ke semua kelas pejabat, bahkan pangeran pun menginginkannya.

Sampai ketika suatu malam dia menyadari bahwa menjadi seorang pelacur yang terkenal menjadikannya bukan perempuan terhormat yang selama ini tidak pernah dia ketahui. Akhirnya dia berhenti menjadi pelacur. Menggantikan dirinya menjadi seorang karyawan. Menolak semua ajakan lelaki karena dia tahu hanya tubuhnya yang diinginkannya. Menolak lelaki melakukan hal cabul, dia lebih menghargai kehormatannya yang harganya jauh lebih tinggi. Walaupun pernah Firdaus di penjara karena menolak ajakan seorang tokoh penting. Akhirnya dia menyewa pengacara. Pengadilan pun memutuskan bahwa Firdaus seorang perempuan terhormat. Tetapi, dia menyadari bahwa kehormatan memerlukan jumlah uang yang besar untuk membelanya, tetapi bahwa jumlah uang yang besar tidak dapat diperoleh tanpa kehilangan kehormatan seseorang.

Namun, karena tuduhan pembunuhan yang dilakukannya kepada seorang germo (marzouk) akhirnya Firdaus kembali masuk ke dalam penjara dan dijatuhi hukuman mati dan ia tetap menerimanya. Dia percaya bahwa dia dihukum mati bukan karena ia membunuh seorang lelaki tetapi karena mereka takut membiarkan ia hidup. Hidupnya berarti kematian mereka. Ia lebih suka mati karena kejahatan yang ia lakukan daripada mati untuk salah satu kejahatan yang kau lakukan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOOKLET "MARXISME VS WEBERIAN

George Simmel dan ciri khas teori sosiologinya oleh Dinasty

Sejarah Organisasi Mahasiswa dan Makna Dibalik Sumpah Mahasiswa