FILSAFAT BARAT

Filsafat barat atau lebih dikenal sebagai Filsafat Moderen tidak dengan sendirinya muncul tanpa melalui proses sosial dan Pergolakan Intelektual pada masanya. Pada saat itu dominasi Gereja Katolik di eropa telah sampai pada puncaknya, dengan dikeluarkannya surat pemgampunan dosa oleh pihak gereja atas persetujuan Paus.
Fenomena Sosial-Keagamaan tersebut telah memicu lahirnya berbagai aksi protes diantaranya RENAISSANCE dan REFORMASI GEREJA.
Beberapa Tokoh yang termasuk dalam kategori penggerak gerakan Renaissance di eropa diantaranya yaitu Leonardo da vinci, Copernicus, Galileo Galilei, Kepler, Nicholo Machiavelli, dan lain-lain.
renaissance berasal dari kata Rebird yang berarti Lahir kembali, dimana akal lahir kembali setelah ber abad-abad lamanya dikurung oleh pemikiran gereja atau dogma agama. Gerakan Renaissance ini terutama berkembang dan bermula di Kota Italya dimana kota tersebut mendukung lahirnya Gerakan Intelektualisme dan Budaya.
Sedang untuk Gerakan Reformasi Gereja yang terutama berkembang di negara Eropa utara seperti Jerman dan Inggris bermula dari protes keras Seorang Tokoh Gereja yang bernama Martin Luther mengenai kebijakan pengeluaran surat pengampunan dosa.
Luther mengkritik kebijakan ini dan memicu lahirnya sekte besar kekristenan yang baru yakni Agama Protestan. Beberapa Tokoh Reformasi selain Martin Luther di antaranya Calvin dan Knox. Calvin, dengan sekte Calinian/Calvinisme menganggap bahwa keselamatn di akhirat tidak melalui proses pembabtisan sebagaimana yang dipraktikkan oleh Pihak gereja, namun melalui konsep Predestinasi dimana keselamatan akhiran merupakan tanggung jawab individu itu sendiri. Pemahaman Calvinisme ini yang berupa Konsep Predestinasi nantinya akan mempengaruhi lahirnya Kapitalisme yang akan di ulas dalam Tesis Max Weber "The Protestan Ethic and Spirit Capitalism"

Berbagai gejolak tersebut telah mengantarkan masyarakat barat pada pintu gerbang Era Moderen dan Pemikiran Moderen (Filsafat Barat) dengan diktum terkenal Rene Descartes "Co gito Ergo de Sum" yang artinya aku berpikir maka aku ada. Dimana telah menjadi titik tolak bangkitnya Akal untuk mendominasi klaim kebenaran.
Filsafat Barat atau Moderen lewat Descartes telah menggeser paradigma atau corak Filsafat abad pertengahan yang sifatnya Teosentris ke pandangan Antroposentis, yang sekaligis pula memulai dominasi dan kemajuan di Eropa dan kemunduran Peradaban Timur terutama Islam.

Adapun berbagai cabang atau akliran filsafat Barat era moderen yang pokok diantaranya Aliran RASIONALISME (rene descartes,Spinoza,Leibnis),
EMPIRISME (David Hume, Thomas Hobbes, John Locke, Baron daHolbach),
KRITISISME (Imanuel Kant),
IDEALISME (scheling, Ficte, Hegel),
MATERIALISME (feurbach, Schopenheur, Karl Marx),
POSITIVISME (Aguste comte),
EKSISTENSIALISME (Kierkgard, Frederick Nietzchea, Martin Heidegger, Albert Camus, Jean Paul Sartre).

Ke Tujuh (7) pokok aliran besar dalam filsafat moderen tersebut memiliki perbedaan mengenai hakikat yang ada serta dasar Epistemik untuk memperoleh pengetahuan.


*STRUKTUR ILMU SOSIOLOGI

Dalam rana keilmuan sosiologi terkadang seseorang yang hendak mengadakan suatu penelitian sosial mengenai fenomena-fenomena masyarakat sering bimbang jika dihadapkan pada suatu realitas atau fenimena di lapangan. Paling umum dan cacat yang sering terjadi ialah kesalahan dalam menempatkan perspektif teoritis dalam melihat gejala sosial.
Terkadang ada yang mengamati atau meneliti fenomena Makroskopik namun menggunakan seperangkat perspektif atau teori yang sifatnya mikro, ataupun sebaliknya.

Berbagai kendala-kendala tersebut disebabkan oleh ketidak pemahaman umum akan realutas atau objek sasaran yang di amati. Sebagaimana dalam Rana sosiologi, teori sosiologi terbagi atas dua tipe besar yakni
Teori Sosiologi Makro ( dimana merupakan seperangkat perspektif yang menganalisis realitas sosial yang sifatnya besar berupa Sistem Sosial, Struktur Sosial, Kelompok Sosial, Kebudayaan Eksternal. Teori yang termasuk kategori ini yaitu Teori Struktural-Fungsional, Teori Konflik, Teori Sistem).
Teori Sosiologi Mikro ( dimana merupaka Seperangkat perspektif yang menganalisis realitas sosial yang sifatnya kecil seperti Individu dan Interaksi Sosial dalam skala Kecil, Kepribadian, dan Lain-lain).

Dengan memahami dua dikitomo teori dalam sosiologi yakni teori sosiologi mikro dan makro, maka diharapkan para peminat sosiologi yang hendak mengadakan penelitian sosial mengenai fenomena-fenomena masyarakat dapat menempatkan penggunaan teori dalam melihat realitas sesuai dengan skala fenomenanya entah itu fenomena struktural atau fenomena agensi.

Sebagaimana fungsi teori ialah kaca mata yang digunakan oleh sosiolog untuk melihat Realitas di masyarakat

Salam Harmonisasi (Manifesto kenabian)

oleh kak Dinasty.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOOKLET "MARXISME VS WEBERIAN

George Simmel dan ciri khas teori sosiologinya oleh Dinasty

Sejarah Organisasi Mahasiswa dan Makna Dibalik Sumpah Mahasiswa