Postingan

Polemik Sistem Zonasi

Gambar
POLEMIK SISTEM ZONASI Oleh: Akbar Isu terbesar pendidikan Indonesia yang menuai pro kontra saat ini adalah penerapan kebijakan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Pandangan antara Menteri Pendidikan dengan civitas akademik lainnya termasuk masyarakat terlihat jelas bertolakbelakang. Pemerintah mengandalkan sistem zonasi sebagai upaya reformasi pendidikan sedangkan masyarakat terus-menerus menyuarakan dampak dari sistem ini.  Penulis menyadari bahwa setiap kebijakan baru, amat sulit terlepas dari pro kontra sebagai respon penerapannya. Permendikbud No 54 tahun 2018 merupakan dasar kebijakan sistem ini. Menurut kemendikbud, sistem ini diharapkan dapat menghapus label sekolah favorit dan pola pikir kastanisasi pendidikan serta mengejar ketimpangan pendidikan lainnya. Yang kemudian menjadi pertayaan mendasar adalah mengapa pemerintah memilih sistem zonasi dalam merespon ketimpangan pendidikan Indonesia  ? apakah kebijakan sistem zonasi ad...

Kelas Jurnalistik 2019

Gambar
Siang tadi, Jum’at, 15 Februari 2019 HIMA Sosiologi FIS UNM melaksanakan acara pembukaan salah satu program kerjanya dari bidang IV Advokasi, Komunikasi dan Propaganda, yaitu Kelas Jurnalistik   yang bertemakan “Mengembangkan Kemampuan Investigasi dan Literasi Melalui Jalur Jurnalistik” . Pembukaan ini dilaksanakan di Gedung Flamboyan FIS ruangan BE 103 yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Anas Machmud, pembacaan laporan oleh ketua bidang IV Ahmad Adriadi, sepatah kata oleh Ketua Umum HIMA Sosiologi FIS UNM Arham dan Kelas Jurnalistik resmi dibuka oleh ketua prodi Sosiologi, yaitu bapak Idham Irwansyah Idrus, S.Sos., M.Pd. Pembukaan Kelas Jurnalistik ini juga dihadiri oleh Pengurus HIMA Sosiologi FIS UNM, Steering Comitee, LK se-FIS UNM, dan para mahasiswa baru Sosiologi 2018. Ini merupakan pertama kalinya HIMA Sosiologi FIS UNM melaksanakan kegiatan Kelas Jurnalistik yang bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar yang mengunda...

Dunia Yang Tertiktoknisasi

oleh : DINASTY (pegiat Filsafat di Athena Institute) "Panser itu sudah hampir jatuh ke jurang, adakah jalan agar dia tak terjatuh?" Era Postmoderen atau abad informasi yang kerap diistilahkan sebagai era industri lanjut merupakan suatu bentuk realitas baru,yang didalambya terdapat berbagai keunikan-keunikan sosial. Berbagai fenomena sosial-budaya yang telah melanda masyarakat di abad 21 sekarang ini, tak lain lahir sebagai proses perubahan-perubahan yang timbul dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dicapai oleh umat manusia. Perkembangan­ mutakhir sains dan teknologi di abad 21 yang dijiwai oleh kapitalisme dan sekularitas telah berefek pada keadaan ambivalensi di tengah masyarakat kontemporer. Kemuncul­an dan perkembangan prodak inovasi budaya semacam smartphone yang ditunggangi oleh kapitalisme dengan segala manifestasinya telah mengubah dan membentuk suatu gejala berupa Androidsentris-Negat­iv (AV) yang dalam bentuk ekstremnya berupa lahirny...

Post-Human & Manifiesto Sipakatau

Gambar
Oleh : Dinasty (Pegiat Filsafat di Athena Institute & anggota Braindilog Sociology Indonesia) “Post-Human dapat terjadi kapan saja dan dimana saja, ketika manusia meninggalkan sifat Kemanusiaan yang dimilikinya ! Maka sejatinya Post-Human sudah terjadi pada saat itu juga" Post-Human suatu istilah yang kini sedang populer baik itu dalam ranah kajian filsafat, ilmu sosial dan humaniora. Banyak yang berupaya memberi asumsi mendasar, defenisi dan kapan waktu dimulainya Post-Human, mulai dari Para Filsuf, Sosiolog, kaum cendekiawan serta para pengamat perkembangan teknologi mutakhir memiliki pendapat mereka masing-masing mengenai kapan dimulainya era Post-Human. Ada yang berupaya mengkaitkannya dengan aspek teknologi sehingga muncullah sejumlah asumsi-asumsi berupa proyek terminator hingga fiksi Frankestein, beberapa pemikir dalam kategori Postmodernisme seperti Paul Virillio mengaitkannya dengan aspek waktu dimana kita telah berada disuatu era yang mengalami kecepatan ...

Hujan Membawa Naskah Cinta

Gambar
Oleh Dinasty Seperti biasanya, sebagai seorang mahasiswa yang sudah beberapa lama tidak mendapat uang bulanan dari orang tua, kemungkinan besar akan mencari pelampiasan dahaga. Dan seperti itu pulalah aku! Kesana kemari keluar di malam hari hanya untuk mencari warung tegal dengan porsi jumbo. Setara untuk kelas-kelas mahasiswa. Namun sialnya di malam ini, malah aku terjebak hujan. Ya, tentu di motor aku agak kesal dengan cuaca, hujan lagi, hujan lagi! Mungkin seperti itu yang terucap di benakku, tatkala butiran air hasil kondensasi kembali menerpa tubuh serta jaket Dilan andalan. Untungnya tidak jauh dari TKP, akhirnya target yang dari tadi-tadi aku cari sudah kutemukan. Ya, warung tegal yang berjejer di Jl. Tamalate, Makassar, mungkin dapat dikata telah menjadi penciri dari jalan ini. Kupelankan perlahan-lahan laju kendaraanku, hup! Dengan secepat kilat ku parkirkan si Tiger di posisi nyamannya sendiri, dan kemudian kumelompat bagai katak ke warung tegal tersebut. Ka...

Melampaui PostModernisme (Post-PostModern)

 oleh Dinasty Dalam ranah filsafat dan ilmu sosial, mungkin kita sering mendengarkan istilah Post Modern atau Post-Modernisme, suatu term yang menjadi istilah populer dikalangan filsuf dan teoritisi sosial. Begitu populernya istilah yang satu ini sehingga setiap cabang ilmu sosial berupaya menggunakan cara pandang yang satu ini guna menafsirkan realitas objek kajiannya masing-masing. Saking ngetopnya hingga muncul suatu epos baru yang menyatakan bahwa konon katanya kita telah memasuki era Post-Industri, di tengah pabrik-pabrik yang masih berdirih kokoh didepan mata. Post Modernisme pada awalnya merupakan suatu gerakan yang bermula dalam rana seni meliputi lukisan, puisi, sastra dan sebagainya, disekitaran tahun 20-an. Namun dalam perkembangannya terutama di era 70-an telah memasuki rana filsafat dan ilmu humaniora, terutama di Perancis sebagai pusat bagi filsafat Postmodernisme. Tokoh-tokoh seperti Deleuze, Foucault dan Derrida yang masing-masing tergolong dalam aliran fi...

Feodalisme Intelektual Dikalangan Mahasiswa

Gambar
Oleh : Dinasty Dindra Pratama "Jika kita masih melabelkan seseorang sebagai penteori, maka seolah-olah kita telah mengafirmasi diri sebagai sang praktikus pencari data, bukankah itu adalah wujud kesombongan yang amat tinggi. Jika demikian, maka kita sendiri telah menciptakan Feodalisme Intelektual ". @celoteh_Dinasty Mahasiswa merupakan suatu identitas yang dilekatkan kepada mereka yang sedang menempuh pendidikan diperguruan tinggi. Mereka umumnya dikaitkan dengan ciri RAKUS yakni Rasional, Analitis, Kritis dan jargon-jargon lainnya yang dekat dengan daya intelektualitas yang tinggi. Dengan pengetahuan yang lebih dari pada masyarakat umumnya, kalangan mahasiswa dinobatkan sebagai agent of change . Mereka akan senantiasa reaktif pada segala bentuk penindasan dan tirani yang terjadi di muka bumi. Segala bentuk kekuasaan yang membelunggu baik itu fasisme, tirani, otoritarianisme dan termasuk feodalisme itu sendiri. Mereka mungkin mengaggap feodalisme sebaga...