Bedah Buku Sosiologi Waktu Senggang
“Eksploitasi dan Komodifikasi Perempuan di
Mall”
Bedah buku Sosiologi Waktu Senggang “Eksploitasi
dan Komodifikasi Perempuan di Mall” dilaksanakan pada Rabu, 11 Oktober 2017
bertempat di gedung perpustakan UNM Lt.2. Kegiatan ini diselenggarakan oleh
HIMA Sosiologi sebagai salah satu program kerja dari Bidang I (keilmuan dan
penalaran) dengan menggandeng salah satu bidang yakni bidang V (gender). Dalam
kegiatan bedah buku tersebut secara langsung menghadirkan penulis buku itu sendiri
Muhammad Ridha S.Hi, M.A dan kedua pembicara lainnya yakni Jusnawati S.Sos,
M.si serta Bahrul Amsal S.Sos, M.Si. Kegiatan tersebut juga menghadirkan
masyarakat sosiologi UNM dan jurusan lainnya serta lembaga kemahasiswaan
lainnya dalam tataran UNM.
Penulis dalam bukunya mencoba menguraikan berbagai
kondisi dan fenomena modernitas yang terjadi di Makassar dalam hal bagaimana
masyarakat menggunakan waktu senggang mereka habiskan di pusat-pusat
perbelanjaan seperti mall dll. Dalam pembahasannya ternyata Kapitalisme tidak
hanya di lihat sebagai cara produksi. Capital merupakan relasi sosial yang
dalam proses sirkulasinya akan berusaha menyeret seluruh aspek kehidupan kita
dalam logikanya (Muhammad Ridha). Dalam kegiatan bedah buku tersebut pembicara
pertama Bahrul Amsal mencoba mengulas pemaknaan waktu senggang secara historis.
Pada masa Yunani antik orang-orang menggunakan waktu senggang sebagai waktu
untuk pemaksimalan akal budi, untuk meningkatkan pengetahuan dan pada masa abad
pertengahan waktu luang dibagi menjadi dua yakni waktu suci sebagai waktu yang
digunakan untuk beribadah dan waktu profan yaitu waktu yang tidak melibatkan
ilahi atau kegiatan peribadatan. Pembagian waktu ini sangat dominan menentukan perilaku
masyarakat, namun pada era industrialisasi pemaknaan terhadap waktu kemudian
berubah dari hal yang berbau pengetahuan atau peribadatan menjadi waktu
senggang dalam hal konsumsi.
Eksploitasi dan komodifikasi perempuan di mal
secara spesifik diuraikan oleh pembica kedua Jusnawati. Menurutnya pada masa
yunani kuno perempuan juga andil dalam menyusun basis pengetahuan Hipatia
misalnya, dia seorang ahli matematika dan istri dari phytagoras yang juga
terlibat dalam penulisan karyanya. Namun realitas yang ada pada zaman mereka
jauh berbeda dengan kondisi di era sekarang. Perempuan yang tadinya di
domestifikasi kemudian menuntut untuk melakukan aktivitas publik sebagai pemerdekaan terhadap diriya. Tapi
realitas yang terjadi mereka melenceng dari pemaknaan ruang publik itu sendiri,
mereka malah memanfaatkan waktu luang untuk hal konsumerisme. Mall adalah salah
satu tempat dimana perempuan secara mayoritas tereksploitasi, waktu senggang
mereka digunakan untuk berfoya-foya. Dalam ulasan pembicara mayoritas barang
yang dijual di mal adalah barang-barang yang melekat pada perempuan dan
pelanggan serta tenaga kerja juga mayoritas perempuan. Menurutnya bukan hanya
waktu yang diekploitasi oleh kapitalisme namun fungsi, tenaga dan tubuh
perempuan juga menjadi objek sistem kapitalisme untuk memasarkan produknya.
Alih-alih perempuan ingin bebas dari jeratan patriarki dan domestifikasi pada saat yang sama ia sebenarnya semakin terjebak perangkap kapitalis dalam arena eksploitasi
yang lain” WAKTU SENGGANG”.
Sering kita beranggapan bahwa di luar dari waktu kerja
kita merdeka dari sistem kapitalisme yang menjerat namun, disisi lain bukannya
operasi kapitalis berhenti justru ia semakin meluaskan ranah kerjanya dengan
memasuki waktu-waktu luang, melalui industri-industri hiburan, pariwisata dan
lain sebagainya, dari waktu itu kapitalisme tetap mengeksploitasi kita.
Orang-orang beranggapan bahwa apa yang mereka konsumsi adalah bentuk dari penggambaran terhadap
dirinya, mitos ini semakin memperburuk kondisi masyarakarat untuk terus
mengkonsumsi agar terlihat eksis di masyarakat. Namun realitasnya justru kita
semakin tereksploitasi oleh sistem kapitalisme dan mayoritas korbannya adalah
perempuan. (AS).
Beberapa dokumentasi
Dokumentasi suasana peserta
Dokumentasi pengurus


















Komentar
Posting Komentar