AKU, ALAM DAN TUHAN (Catatan Perjalan Studi Eksplorasi)
SOPIAN TAMRIN, S.Pd.,M.Pd
Staff Pengajar Sosiologi UNM
Directur Eksekutif Corner Education
AKU, ALAM DAN TUHAN (Catatan Perjalan Studi Eksplorasi)
Pagi itu, aku berjalan ikuti isyarat suara
Suara yang terbawa angin depan penginapan
Ia.... itu angin Pantai... pantai Bira tepatnya...
Perlahan aku dekati, dan mencoba menyentuh airnya yang hijau kebiruan.
Dinginnya serasa menusuk sampai ke tulang
Sepontan perasaan ini membawaku pada kesadaran bahwa keindahan itu
betul-betul ada.
Relasi bersama Pantai melampaui kehadiranku secara sosial
Ia mempertunjukkan kehadirannya dalam jagat.
Gekombangnya, pasirnya, warnanya itu semua pertanda ekaistensinya.
Apakah temanku tak merasakan sapaannya?
Bukankah sikapmu saat ini aadalah reaksi atas keindahannya.
Sedang Keindahan itu tak lain adalah kenyataan yang hadir dari hubungan
kita dengannya.
Lebih dari itu keindahan adalah kebutuhan yang memperpanjang harapan
kehidupan. Itu adalah kebutuhan kita terhadap alam sebaliknya keramahanmu
menyapanya adalah kebutuhan alam terhadap kita. Namun jangan coba melampaui perannmu
karena dibalik itu ada terjangan yang siap kapan saaja.
Kebersamaan Alam dan Manusia adalah keharusan eksistensial.
Keseimbangan relasinya menjadi kunci kebberlangsungan kehidupan. Ia begitulah
sisi kebermanaknaan antara Manusia dan alam. Manusia tak hadir untuk
menjinakkan alam dan alampun hadir bukan menerkam kehidupan manusia. Jangan
coba letakkan hasratmu diatas keindahan dan kemahaluasaan. Dengan Sikapmu, Egomu
itu hanyalah mempercepat datangnya kehancuran.
Inilah alam yang menandakan bahwa kehadiran itu membumi. Menyatu dalam
keberadaan yang seimbang. Anda bukan satu-satunya makhluk yang ingin
dimengerti. Jangan lebay... bukankah alam raya ini sudah hadir 14 miliar tahun
yang lalu sebelum anda.
Saya bukan ingin mendikotomi manusia dengan Alam melaingkan membangun
kesadaran relasi. Semakin anda sadar dalam relasi dengan alam maka anda
menyingkap sesikit demi sedikit kekuasaan penciptanya dan mungkin anda akan
bertemu dengan penciptamu sendiri. Wallahu Allam bissawab....

Komentar
Posting Komentar