Karl Marx pelopor sosiologi konflik kelas oleh Kakanda Ewa
Kajian bidang I,pada hari Rabu,20 September 2017 yang
dibawakan oleh kakanda Baso Marewa atau yang akrab disapa kak Ewa yang diadakan
di depan Perpusatkaan UNM dengan mengangkat tema “Karl Marx pelopor sosiologi
konflik kelas”
Berikut ringkasan materi
Karl Marx merupakan filsuf dan seorang ekonom asal
Jerman yang memelopori sosiologi dengan warna kontradiksi kelas.Dalam konteks
sosial-intelektualnya Marx dipengaruhi oleh kondisi sosial pada zamannya dimana
pada masa itu eropa memasuki era industrialisasi atau era kapitalisme
industrial / kapitalisme kompetitif.Selain faktor keadaan sosial Marx juga
dipengaruhi oleh pemikiran Feurbach berupa filsafat Materi suatu onyologi dan
epistemologi dimana yang hakiki adalah Materi dan Ide,roh,dsb merupakan pancaran
materi.Marx juga mengadopsi Dialektika Hegel seorang filsuf Jerman,bedanya
hegel fokus kepada dialektika pada Idea (Idealisme) sedangkan Marx fokus pada
dialektika Materi (Materialisme).Fokus kajian Marx yaitu pada Materialisme
Historis dimana perubahan pada sejarah dan Masyarakat dipengaruhi dan
ditentukan oleh perubahan pada CARA PRODUKSI suatu masyarakat.Model atau cara
produksi suatu masyarakat mempengaruhi bentuk dan struktur masyarakatnya pada
saat itu,misalnya pada masyarakat dengan corak produksi Feodal dimana tanah
menjadi sumber modal pada saat itu,maka lahirlah dua kelas yaitu kelas
bangsawan atau kelas pemilik tanah dan kelas penggarap tanah.Hal ini tentu
berbeda dengan Masyarakat kapitalis dimana corak produksinya pada kepemilikan
modal yang berupa mesin dan yang maka lahirlah apa yang namanya struktur kelas
baru berupa Kaum Berjouis sebagai pemilik modal (mesin dan uang) dan kaum
proletar sebagai kelas pekerja dibawah dominasi kelas kapitalis/berjouis.Metode
yang berupa Dialektika material (materialisme dialektika).Marx melihat proses
dalam masyarakat terbagi dari proses basic struktur atau infra struktur
(ekonomi) kepada Supra struktur (pendidikan,moralitas,hukum,budaya,dsb). Dalam
teorinya marx mengatakan terdapat pertentangan Kelas yakni antara Kaum berjous
dan proletar dimana diantara kedua kelas ini saling berkontradiksi oleh
perbedaan kepentingan.Kaum berjouis dalam dominasinya kepada kaum proletar
menjalankan mekanisme kontrol lewan jam kerja,istilah ini lebih dikenal sebagai
TEORI NILAI SUPRUS dimana lewat waktu jam kerja yang berlebih seorang kapital
atau pemilik modal dapat mengontrol para pekerja dengan mengatur waktu yang
digunakan pada saat bekerja.Berjouis menentukan waktu berlebih dengan upah yang
kurang,dari sinilah terjadi akumulasi kekayaan pada kelas berjouis lewat
ekspolitasi tenaga dan waktu kerja para buruh/proletar yang hasilnya keuntungan
tambahan perisahaan.Marx juga memprediksi atau meramalkan bahwa nantinya
kapitalisme akan runtuh secara otomatis ditandai dengan semakin meningkatnya
kompetisi persaingan antar perusahaan,mengakibatkan runtuhnya beberapa
perusahaan dan berujung pada pembentukan massa yang banyak.Akibatnya
kapitalisme nantinya akan menemuai ajalnya sendiri.Marx juga mengatakan bahwa
masyarakat mengalami perkembangan berdasarkan mode atau corak produksi dari
KOMUNAL PRIMITIV,PERBUDAKAN,FEODAL,KAPITALISME, dan marx memperediksi akan
adanya suatu pemberontakan massal yang berujung pada MASYARAKAT KOMUNISME. Proses
dialektika masyarakat tersebut dan konflik/kontradiksi antar kelas merupakan
sosiologis dari Karl Marx.(DN/NS)
Berikut
dokumentasi


Komentar
Posting Komentar