SEJARAH SOSIOLOGI : DARI KONTROVERSI KE-BAPA-KAN COMTE SAMPAI KONSPIRASI KHALDUNIAN
SEJARAH SOSIOLOGI : DARI KONTROVERSI KE-BAPA-KAN COMTE SAMPAI KONSPIRASI KHALDUNIAN
Oleh : Dinasty Dindra Pratama
Alhamdulillah Pembaca yang budiman, dan
terutama sekali yang saya banggakan dan begitu cintai Masyarakat Sosiologi dan
Manifiesto 2019, oleh mereka saya banyak belajar!
Di tengah kesibukan Saya Pribadi, mulai
dari Penyelesaian Proposal Penelitian sampai pada Kesibukan-Kesibukan lainya
seperti Aktivitas yg Padat di BEM, Komunitas serta beberapa jaringan Aktivis
Mahasiswa yang sementara saya bangun mulai dari HMI, PMII,GMNI,KAMMI,HTI sampai
pada Gerakan Anarko di Kota Makassar.
Alhamdulillah baru pada kesempatan kali ini
saya dapat kembali menulis, setelah beberapa lama boleh dikata Fakum dalam
dunia Literasi.
Sekitar Jumat
lalu, yakni tepatnya pada tanggal 6 September 2019, kembali saya diberi amanah
oleh HIMA Sosiologi untuk membawakan materi yang bertemakan "Sejarah
Sosiologi dan Paradigma Ilmu Sosiologi". Walau kiranya pada pembahasan
tersebut tidak sampai menuntaskan Pokok materi Paradigma di karenakan
keterbatasan Waktu, namun semangat dan antusiasmi adik-adik 19 terbilang
tinggi.
Beberapa Pertanyaan
dan sekaligus Peryataan yang diajukan oleh adik-adik 19, boleh dikata terbilang
"Radikal, Mendalam dan Begitu Kritis". Seingat saya ada beberapa yang
menanyakan Dasar atau alasan mengapa Aguste Comte yang mesti dikatakan
sebagai Bapak sosiologi ! Ada pula yang bertanya sumber Referensi Pemetaan
sejarah yang saya hadirkan, apakah valid dan otentik ! Serta beberapa
pertayaan Radikal lainnya yang menunjukkan bahwa adik-adik 19 memiliki daya
Intelektualitas yang tinggi dan Jiwa Kritisisme yang besar.
Dari hal
tersebutlah yang memotivasi saya secara Pribadi untuk membuat tulisan yang amat
singkat ini, sekiranya dapat menjawab kegelisahan Nalar & Hati dari
Adik-adik 19. Terutama saya hendak membungkam Taklid Buta Masyarakat
Sosiologi pada umumnya yang cenderung menerima wacana/Narasi Sejarah mengenai
Sosiologi, tanpa upaya Kritik balik terhadap Narasi tersebut.
Pada *Poin
Pertama* , yakni mengenai Kontoversi Ke-Bapa-kan Aguste Comte. Versi
Sejarah yang umumnya berkembang, terutama dari berbagai sumber literatur mulai
dari Jean Paul Johnson, Ritzer, Soerjono Soekanto Sampai Pada Elly cenderung
Meng Afirmasi Aguste Comte sebagai Bapak Sosiologi. Yang menjadi landasan
Pembenaran dari Literatur tersebut adalah Figur "Comte" yang dianggap
telah menyodorkan secara Eksplisit Istilah Sosiologi dalam Magnum Opusnya yang
terkenal "The Cours Of Philosophia Positive" yang terbit sekitar
tahun 1839.
Yang menjadi pertanyaan menggelisahkan bagi
kita semua, tentunya 'Apakah hanya dengan alasan Comte lah yang
memberikan Nama pada Ilmu tentang Masyarakat, maka dapat dijadikan alasan
pembenaran Sahihnya Comte di juluki Bapak Sosiologi !?'
Apakah hanya dengan berbekal Argumentasi
(Alasan) tersebut, kemudian kita menutup ruang untuk mencari kesejatian gelar
Bapak sosiologi selain Aguste Comte ?
Hal tersebut pula lah yang menimbulkan
Kontroversi akan Ke-Bapa-an sang Sosiolog asal Prancis tersebut !
Selanjutnya Pada
*Poin Kedua* Saya hendak melihat Konspirasi Literatur-Literatur Sosiologi
terutama yang berasal dari Barat yang sejatinya menyembunyikan Cara Pandang
"Orientalisme" dalam Ilmu Pengetahuan. Dalam hal ini saya berupaya
melihat Para Pengkaji Sosial-Cultural dari dunia timur, dalam hal ini
yang saya maksudkan adalah Ibnu Khaldun yang hidul sekitar abad 14 M. Di
dalam salah satu tulisan mengenai Ibnu Khaldun, yakni "Ibnu Khaldun
: Biografi Intelektual dan Pemikiran sang Pelopor Sosiologi" Karya Syed
Farid Alatas, justru menunjukkan Potensi bagi Cap atau Label yang berupa
Bapak Sosiologi, di alamatkan pada Ibnu Khaldun.
Walau Ibnu Khaldun
tidak menyebutkan secara Eksplisit terkait Istilah sosiologi, sebagaimana
yang dilakukan oleh Aguste Comte. Namun Upaya Ibnu Khaldun dalam
melakukan Studi Ilmiah secara Empiris Terhadap Masyarakat Afrika utara (Suku
Ber-Ber), menunjukkan bahwa Ibnu khladun telah melakukan seperangkat Pendekatan
Sosiologis. Hal ini tentu jauh bedah dengan pendapat Orientalisme yang
menganggap Tokoh-Tokoh eropa lah yang melakukan studi Empirik-Ilmiah terhadap
Masyarakat.
Dalam kitab utama
karya Ibnu Khladun seperti Mukaddimah dan Al Ibar menjadi bukti catatan-catatan
Sosiologis yang terbilang Ilmiah dan Empiris pada Jamannya, bahkan Jauh
melampaui Comte yang masih dianggap sebagai Pemikir dibelakang meja / Menara Gading.
Apalagi Ibnu Khadun telah memprediksi
Potensi bagi lahirnya suatu "Ilmu Baru" yang akan membantu dalam
memahami Sejarah. Dan sudah barng tentu ilmu baru yang dimaksudkan tersebut
adalah Sosiologi.
Pembaca yang
budiman serta masyarakat Sosiologi pada umumnya, tentu dapat ditarik
beberapa asumsi mendasar atas upaya telaah Sejarah Sosiologi yang telah saya
ulas di atas.
• Penggunaan Istilah "Bapak Sosiologi" nampaknya tidak
selalu mesti didasarkan atas Penyebutan Eksplisit (Sebagaimana Comte), namun
Juga dapat didasarkan atas Studi teehadap Masyarakat yang dilakukan secara
Ilmiah dan Empirik (Sebagaimana Khaldun)
• Distorsi berlebih pada salah satu narasi, ketika Hanya Aguste Comte
yang diberi predikat Bapak Sosiologi. •Ibnu Khaldun lewat Studi Ilmiahnya atas Masyarakat Suku Berber di
Afrika Utara dan termuat dalam karya utamanya Mukaddimah & Al Ibar,
memiliki Potensi untuk dikatakan sebagai Bapak Sosiologi.
Mogah dengan upaya
telaah Sejarah Sosiologi, terutama mengenai Kontroversi Ke-Bapa-kan
Aguste Comte dapat menjadi landasan bagi Pengembangan Proyek "Sosiologi
Khaldunian" dan Juga sekaligus sebagai Pendobrak kemandegan wacana di
tengah masyarakat sosiologi, yang mungkin saja sedang mengalami
Degradasi-Literasi. Entah dikarenakan Faktor Kemalasan atau Kecanduan akan
Mobile legend dan Pubji.
Dan teruntuk adik-adikku 19, pesan saya
tetaplah berada pada jalur Harmonisasi yakni Jalan Menuntut Ilmu. Jadikanlah
setiap orang yang engkau temui sebagi Guru dan yakinkanlah pada diri kalian masing-masinh
bahwa jalan yang kalian tempu adalah jalan Jihad Fisabilillah. Yakni sautu
jalan Kebenaran yang akan diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Dengan Akhir kata "Wahai Kalangan
Mahasiswa Bangunlah dari Tidur kalian, Hapus Pubji & Mobile Legend yang ada
di Android kalian, Mari mulai Membaca, Diskusi dan Aksi."
#HIDUP MAHASISWA
#HIDUP RAKYAT INDONESIA
#JAYALAH SOSIOLOGI
Komentar
Posting Komentar