Kemajuan Teknologi dalam Sektor Komunikasi beserta Dampaknya terhadap Lingkup Sosial
Oleh Andi Rafif Dzaky Muchris
Manusia adalah mahluk sosial, yang membutuhkan interaksi dan hubungan antara satu sama lain. Dalam hal ini, kehidupan dalam sudut pandang sosiologi memiliki sebuah Struktur Sosial yang merupakan organisme kehidupan. Dengan adanya Struktur Sosial tersebut, kita akan lebih mudah dalam mengenali sebuah ciri atau karakteristik dari kelompok masyarakat tertentu, yang juga berperan sebagai instrumen masyarakat dalam penataan kehidupan secara menyeluruh, dan sebagai pembelajaran bagi individu mengenai struktur yang hadir dalam masyarakat, ketaatan, ataupun kebiasaan.
Terdapat
pula yang namanya perubahan sosial, ialah sebuah tranformasi dalam masyarakat
yang mempengaruhi sistem sosial, nilai-nilai sosial, sikap-sikap sosial, dan
pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Perubahan sosial
ini juga berkaitan dengan perkembangan teknologi yang terus menerus berkembang
dan mengalami kemajuan di setiap tahunnya. Dan tentunya, kemajuan-kemajuan
teknologi yang ada berpengaruh besar terhadap kehidupan dan kebiasaan
sehari-hari masyarakat.
Salah
satu contoh kemajuan teknologi mutakhir yang berpengaruh ialah akses untuk
dapat melihat, menonton dan menyapa orang lain dari layar gadget maupun gawai
yang kita miliki, atau biasa disebut dengan video call/streaming. Kemajuan
teknologi ini memudahkan kita dalam berhubungan atau berkomunikasi dari jarak
jauh tanpa harus bertemu dan berhadapan secara langsung. Namun dilain sisi,
terdapat pula dampak negatif yang dihasilkan dari kemajuan teknologi tersebut,
seperti berkurangnya interaksi sosial secara langsung antar masyarakat,
perubahan sosial yang mempengaruhi kebiasaan berkomunikasi, dan lain
sebagainya.
Bisa
dibilang, manusia dibuat menjadi semakin malas dalam berinteraksi langsung
antar satu sama lain. Bahkan ketika bertemu sekalipun, kemungkinan yang terjadi
ialah mereka disibukkan dengan layar hp masing-masing tatkala individu lain
berada di depannya. Kemajuan teknologi dan kemudahan dalam mengakses sesuatu
tidak selamanya betul-betul memudahkan atau memberi dampak positif bagi kita
sebagai mahluk sosial. Sebaliknya malah dapat memperburuk bahkan melenyapkan
nilai-nilai sosial yang ada.
Fenomena
ini juga berkaitan dengan tingkat solidaritas yang terjalin antar sesama
manusia. Seperti yang tercantum dalam teori Emile Durkheim, yakni pembahasan
mengenai kategori masyarakat Solidaritas Mekanik dan Solidaritas Organik. Dijelaskan
bahwa Solidaritas Mekanik adalah sikap kesadaran yang tumbuh atas dasar untuk
memenuhi kebutuhan bersama dan lahir secara kolektif diantara masyarakat,
dimana hal ini lebih sering terjadi pada masyarakat pedesaan. Sedangkan
Soliadaritas Organik ialah kebalikan dari solidaritas mekanik tadi, solidaritas yang terbangun atas ketergantungan
satu sama lain dan cenderung mengarah pada pembagian kerja yang marak terjadi
di lingkup perkotaan.
Seperti
yang kita ketahui bersama, bahwa masyarakat perkotaan lah yang menjadi konsumen
utama dari kemajuan teknologi yang ada, berbeda dengan masyarakat pedesaan yang
bahkan sampai sekarang masih memilih untuk tidak terlalu akrab dengan yang
namanya teknologi. Itulah yang menjadi sebab mengapa solidaritas masyarakat pedesaan
jauh lebih kuat dibanding dengan masyarakat perkotaan, hadirnya teknologi yang
bertujuan untuk memudahkan manusia sekaligus melunturkan nilai-nilai maupun
sikap sosial yang tertanam dari dulu.
Terjadilah
perubahan sosial, yang kian hari makin mengubah aspek-aspek dan nilai yang ada
di lingkup masyarakat. Perkembangan dan kemajuan teknologi tersebut, yang
menjadi pemeran utama dalam proses lunturnya nilai-nilai sosial di kehidupan
manusia. Pada dasarnya, memang benar kemajuan teknologi tak bisa dipungkiri
dalam memudahkan pekerjaan ataupun aktivitas kita sebagai seorang manusia,
namun terdapat pula beberapa hal yang kiranya perlu kita perhatikan agar tidak
tenggelam dan diperbudak oleh teknologi itu sendiri. Bagaimana upaya kita untuk
sebisa mungkin tidak melupakan dan melepas nilai-nilai sosial yang sudah
tertanam sejak dahulu.
Sebab,
jika kita masih saja terdiam dan peduli setan dengan dampak dari kemajuan
teknologi ini, percaya atau tidak hal tersebut akan benar-benar melenyapkan
kepekaan sosial kita terhadap sesama. Kedepannya kita akan sulit untuk
menjumpai yang namanya kebersamaan lagi, bentuk-bentuk solidaritas masyarakat
akan langka ditemui, apalagi tatkala teknologi mutakhir ini telah melekat dan
menjadi konsumsi masyarakat pedesaan yang lambat laun akan ikut terkena dampak
dari globalisasi. Nilai-nilai sosial yang dulunya eksis di
lingkup masyarakat, berubah menjadi sebuah dongeng pengantar tidur belaka.
Perlu
kiranya menaruh fokus pada fenomena kemajuan teknologi ini terhadap dampaknya
dalam kehidupan sosial. Hakikat kita sebagai manusia yang merupakan mahluk
sosial sedang berada di ujung tanduk. Belum lagi, ancaman tergantinya peran
manusia dengan kecerdasan teknologi yang juga ikut menghantui. Bahkan,
kemungkinan terburuk dari semuanya ialah bukan hanya nilai-nilai dan hal diatas
yang akan musnah, pun juga dengan manusia, dalam hal ini sebagai seorang aktor
sekaligus objek dari fenomena tersebut.
Kesimpulannya, jika tidak mengikuti kemajuan teknologi itu sendiri sama halnya dengan bunuh diri dan menyerah pada perkembangan zaman yang terus berjalan. Manusia akan mengalami keterbelakangan dan mati ditelan masa. Namun sebaliknya, ketika terlalu tenggelam dan menjadikan teknologi sebagai konsumsi utama, nilai-nilai dan perilaku sosial lah yang akan musnah secara perlahan dari kehidupan manusia. Dibutuhkan sebuah keseimbangan antara menyerap dan memanfaatkan kemajuan teknologi dengan mempertahankan dan tidak luput dari nilai, sikap, maupun perilaku sosial yang sedari dulu ada dan sudah seharusnya dijaga.

Komentar
Posting Komentar