Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

EKSISTENSI PEMERINTAH DALAM MENYIKAPI PROBLEMATIKA PANDEMI

EKSISTENSI PEMERINTAH DALAM MENYIKAPI PROBLEMATIKA PANDEMI Oleh: Rini Ajeng Dyah Pertiwi             Sekarang kita tengah memasuki sebuah sejarah baru, dimana seluruh dunia tengah berduka, tak terkecuali Indonesia. Tidak ada yang tau pasti tentang kebenaran asal muasal tentang virus ini, namun ada sebuah opini yang mampu membuat seluruh warga dunia yakin bahwa virus ini bermula dari sebuah kota kecil di negara Cina, Lebih Tepatnya merujuk pada suatu pasar hewan yang menjadi titik sarang dari virus ini.             Berawal dari hewan yang berupa ular dan kelelawar, virus ini mampu berkembang dan menyebar hingga seluruh dunia, tak heran jika di tahun 2019 dan 2020 ini tercatat sebuah sejarah baru tentang penyakit mematikan yang memakan korban jiwa yang tidak sedikit.             Indonesia merupakan salah sa...

FENOMENA YANG TETAP EKSIS DI TENGAH WABAH COVID-19

Fenomena yang Tetap Eksis   di Tengah wabah COVID-19 Oleh: Muh Ihzan Lebaran tanpa pakaian baru ibarat sayur tanpa garam. Kata ini lah yang mungkin menggambarkan sebagian orang di bulan suci ini, khususnya bagi masyarakat Indonesia. Selain berlomba lomba dalam meningkatkan ibadah, masyarakat juga tidak ketinggalan dalam berlomba lomba dalam membeli pakai baru untuk lebaran, bahkan mereka rela menggelontorkan uang yang banyak demi membeli pakaian yang berkualitas tinggi agar terlihat gagah dan cantik di Hari Raya nanti. Lebih parahnya lagi kadang ada yang membeli pakaian sampai tiga pasang. Satu untuk di mesjid, satu untuk di rumah, dan satu lagi dipakai saat berkunjung di rumah kerabat dan teman-teman mereka. Ini lah tradisi tahunan yang selalu terjadi di kalangan masyarakat Indonesia. Kalau kita melihat Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya mungkin hal tersebut sah-sah saja dilakukan. Tetapi, Ramadhan tahun ini berbanding terbalik dengan Ramadhan di tahun-tahun sebelumn...

KITA INGIN BERDAMAI TAPI TIDAK DENGAN CORONA

Gambar
KITA INGIN BERDAMAI TAPI TIDAK DENGAN CORONA OLEH: MAKMUR ( Mahasiswa Sosiologi FIS UNM) Presiden Jokowi menghimbau kita untuk berdamai dengan corona agar kita bias memulai fase hidup normal yang baru berdampingan dengan corona. Tapi apakah corona semudah itu diajak berdamai ? Emangnya mereka gampang diajak kompromi? Mereka bukan para anggota “De-pe-er” yang biasa diajak kompromi untuk meloloskan sebuah UU untuk kepentingan bisnis oligarki.             Semenjak Pak Jokowi menuturkan kata-katanya ini tentang berdamai dengan corona di akun social medianya, berbagai tanggapan pun muncul dari berbagai kalangan masyarakat. Seperti biasa ada yang mendukung ada yang tidak. Beragamnya tanggapan itu muncul karna adanya tafsiran yang berbeda-beda tentang kata “berdamai”. Kata ini bias diartikan menyerah dan meminta ampun, ataupun ada yang mengertikan berdamai ...