Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

SEKOLAH ADVOKASI SOSIOLOGI FIS UNM

Gambar
Pada tanggal 24-26 November 2017 HIMA SOSIOLOGI FIS UNM mengadakan sekolah advokasi dengan tema “Membangkitkan Kesadaran Mahasiswa Guna Mewujudkan Pendidikan Berkeadilan” yang diadakan di Benteng Somba Opu di rumah adat Pinrang,sesuai dengan tema yang diangkat maka muatan materi dalam kegiatan tersebut berbau pendidikan, dengan mengundang beberapa pemateri seperti  Ketua Maperwa UNM (Yunasrih Ridho), Menrisbang BEM UNM (Ashar Iskandar) kak Accunk Nebo (FMK), Kak Aksan,kak Adit. Kegiatan tersebut diikuti oleh sebanyak 61 orang peserta (Maba Sosiologi FIS UNM 2017) kegiatan tersebut berjalan lancar dengan didampingi oleh steering comitee yang telah ditunjuk seperti kakanda Reni Rahman (Kord  SC), kak Suardi,dan kak Nurdin. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua Prodi Sosiologi FIS UNM ( Idham Irwansyah S,sos. M,Pd ). Sebelum pelaksanaan sekolah advokasi sebelumnya telah dilaksanakan pra-sekolah advokasi dengan pemateri Kak Amir (LAW UNHAS) dan kak Andi Alauddin (Mensosp...

Tema Sejarah filsafat tentang Tubuh sampai PSM

Gambar
Sopian Tamrin S.Pd, M.Pd Staff Pengajar Sosiologi UNM Directur Eksekutif Corner Education Tema Sejarah filsafat tentang Tubuh sampai PSM Sejarah filsafat sebenarnya bisa kita bagi sebagaimana bagian tubuh. Jaman Hegel dan sebelumnya filsafat berbincang mengenai kepala yang isinya tentang ide, rasio, dan logika. Sedang jaman marx filsafat berurusan dengan perut dan perjuangan untuk mengisi perut yah...tentunya tentang revolusi dan buruh. Pada bagian ketiga, fase kontemporer dan postmo berkaitan dengan sesuatu yang ada dibawah perut... yah tentu hasrat, seks dan kekuasaan...terus perkembangan filsafat selanjutnya berarti akan berbincang lebuh kebawah lagi yakni tentang lutut dan kaki hahaha kira-kira apa isi perbincangan mungkin futsal dan bola haha aduhhh betul ini masalah kita saat ini soalnya semua bersedih atas kekalahan PSM malam tadi... selamat pagi makassar...

Hantu Mutasi Mulai Gentayangan

Gambar
Sopian Tamrin S.Pd, M.Pd Staff Pengajar Sosiologi UNM Directur Eksekutif Corner Education “Hantu Mutasi Mulai Gentayangan” Satu lagi hantu mulai muncul akhir-akhir ini. Yahh.. hantu mutasi... siapa ASN yang tak mengenal hantu yang menghampiri setiap momentum pilkada. Hantu ia bukan mandiri atau independen melaingkan ciptaan oknum. Biasanya ia dikendalikan dalam sarang birokrasi. Pada umumnya gejala ini muncul dari situasi politik dimana kepala daerah ingin kembali bertarung atau keluarga dan klan politik kembali berkontestasi. Yahh. Memang ini bukan soal baru tentu membacanyapun kita tak kaget. Karena yang kaget adalah oknum terlibat yang sedang membaca ini. Hantu ini sudah berlangganan bagi ASN setip Pilkada.  Tak heran kalau wacana ini selalu mujarab sebagai strategi yang berhasil menakut-nakuti seorang pegawai negeri khususnya yang berprofesi sebagai guru. Yah inilah yang membuat saya gelisah... siapa yang tak tersentuh jika profesi mulia ini dirundung masal...

Larut dalam Samudra Simbol-simbol: Masyarakat Konsumer dan Permasalahannya

Gambar
Larut dalam Samudra Simbol-simbol: Masyarakat Konsumer dan Permasalahannya Oleh: Muhajir MA (Jurnalis dan Pegiat Literasi Paradigma Institute) Kapitalisme Pasca-Fordisme dan Lahirnya Masyarakat Konsumer Sekitar sebulan yang lalu, di Pantai Akkarena, AHM bekerja sama dengan Astra Motor Makassar menggelar acara Honda Bikers Day. Selain menggelar beragam event untuk para bikers , AHM juga memboyong  konsep produk motor trail berkecepatan 150cc. Produk itu dipajang di gelaran tersebut, agar pengunjung dapat melihat-lihat produk yang baru sebatas contoh itu. Hal ini dilakukan agar manajemen AHM dapat mempelajari hasrat konsumen mengenai motor trail seperti yang diinginkan konsumen itu sendiri. Pihak AHM tentunya mempelajari keinginan-keinginan konsumen itu melalui masukan-masukannya soal produk itu. Semua masukan itu ditampung, dipilah-pilah, agar menjadi patokan untuk mengembangkan kembali motor trail 150 itu agar sesuai dengan animo pasar. Dengan kata lain: agar sesu...

Sidang Pleno HIMA SOSIOLOGI FIS UNNM

Gambar
Pada tanggal 31 Oktober 2017 pukul 19.00 HIMA SOSIOLOGI FIS UNM melakukan sidang Pleno yang dilakukan di ruang BE 103 kampus UNM Gunungsari dengan mengangkat tema “ Refleksi Kelembagaan Sebagai Wujud Penataan Organisasi yang Lebih Kolektif “ kegiatan tersebut berakhir pada tanggal 1 November 2017. Sidang pleno sendiri sudah diatur dalam Konstitusi HIMA Sosiologi FIS UNM, dimana sidang pleno itu dilaksanakan 2 kali dalam 1 periode kepengurusan, tujuan dari sidang pleno itu adalah upaya mengevaluasi kinerja kepengurusan selama setengah periode dan selama satu periode serta melakukan proyeksi ke depan. Sidang pleno itu sendiri dihadiri oleh masyarakat sosiologi dan pengurus HIMA SOSIOLOGI FIS UNM itu sendiri serta Steering Comitee yang telah dipilih untuk memimpin jalannya kegiatan tersebut, adapun SC yang telah ditunjuk yaitu Kak Nurdin sebagai koordinator SC, dan sebagai anggota kak Daus dan kak Andinur Chlifah S.Sos. Satu persatu yang dimulai dari Ketua HIMA SOSIOLOGI FIS UNM, Sekre...

AMMATOA ; Relasi Antrpokosmik sebagai perlawanan terhadap Saint Modern.

Gambar
Sopian Tamrin, S.PD, M.Pd Staff Pengajar Sosiologi UNM Directur Eksekutif Corner Education AMMATOA ; Relasi Antrpokosmik sebagai perlawanan terhadap Saint Modern. Coretan singkat penelitian kemarin. AMMATOA ; Relasi Antrpokosmik sebagai perlawanan terhadap Saint Modern. Coretan singkat penelitian kemarin. Semakin tingginya harapan dan ketertarikan masyarakat untuk hidup di tengah perkotaan dengan berbagai fasilitas ternyata masih ada yang memilih bertahan di ujung perkampungan jauh dari teknologi. Tentu bukan hal baru seketika mendengar Ammatoa Kajang , salah-satu suku Tua di Kabupaten Bulukumba Sulawesi – Selatan.  Yahh.. kali ini saya akan menyuguhkan ammatoa sebagai entitas sosial yang membangun relasi seimbang pada tatanan jagat raya. Masyarakat yang terlanjur merasakan nikmatnya hidup di kota tentu aneh jika aktivitasnya tidak berhubungan dengan teknologi. Namun itu tidak berlaku untuk Ammatoa suku kajang Bulukumba. Mereka hidup tena...